Soba ni iru koto nanigenai kono shunkan mo wasure wa shinai yo
Tabidachi no hi te wo furutoki egao de irareru youni
Himawari no youna massuguna sono yasashisa wo nukumori wo zenbu
Kaeshitai keredo kimi no koto dakara mou juubun da yo tte kitto yuu kana
Soba ni itai yo kimi no tameni dekiru koto ga boku ni aru kana
Itsumo kimi ni zutto kimi ni waratte ite hoshikute
Himawari no youna massuguna sono yasashisa wo nukumori wo zenbu
Kore kara wa boku mo todokete yukitai hontou no shiawase no imi wo
mitsuke takara
-Himawari no Yakusoku (Motohiro Hata)
Jangan pernah lupakan
saat-saat kau berada disini, disampingku
Kau tetap tersenyum saat
berjabat tangan sebelum kita berpisah
Kau yang lembut seperti
bunga matahari dengan semua kehangatannya
Bila kau ingin kembali,
bisakah kau mengatakannya dengan cukup yakin?
Apakah aku masih memiliki
kesempatan untuk berada disampingmu?
Kau dan aku selalu tertawa,
itulah yang selalu ingin kulihat
Kau yang lembut seperti
bunga matahari dengan semua kehangatannya
Sekarang aku juga ingin
memberitahumu, karena aku sudah menemukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya
-Himawari no Yakusoku (Motohiro Hata)
Hai..
apakabar? Mengapa akhir-akhir ini ku lihat kau sering bersedih?
Tahukah
dirimu siapa yang sebenarnya sangat sedih ketika harus melihat keadaanmu yang
sekarang? AKU, iya aku..
Kemana semangatmu
yang selalu melebihi aku? kemana keceriaanmu yang bahkan lebih cerah di
banding sinar mentari bagiku, kemana senyum indahmu? Yang selalu menentramkan
hatiku. Kemana? Kemana sosok dirimu yang dulu?
saudariku,
ada apa dengan dirimu? Dari awal sudah sering aku katakan bahwa jarak sudah
cukup ‘menyiksa’ ku maka aku mohon jangan menyiksa ku lagi dengan
perubahan-perubahan sikapmu. Aku mohon pulanglah kemana seharusnya dirimu
berada.
Kau tahu
apa yang membuat aku sangat sedih? Aku tak bisa menjagamu lagi, iya tak bisa. Jarak
sudah cukup banyak mengubah keadaan kita. Aku tak bisa lagi menghiburmu saat
kau sedang sedih, aku tak lagi bisa menjadi pendengar cerita sehari-harimu
bahkan untuk tahu kabar mu saja sangat sulit.
Mau sedewasa
apapun dirimu, bagiku kau tetap adik kecil kesayanganku. Aku rindu memarahami
saat kau tak menuruti apa yang aku suruh, saat kau ‘ngeyel’ melakukan hal-hal
yang aku tidak suka, saat kau mendatangiku dan menceritakan apapun yang ada di
kepalamu, saat kau mendekatiku lalu mengatakan bahwa kau ingin menghabiskan
waktu bersamaku, bahkan kau sering sengaja membuat ulah didepanku hanya untuk melihat bagaimana aku memarahimu, ahhhh aku rindu..
Hal yang
perlu kau tahu, aku tak pernah melupakan mimpi-mimpi kita. Mimpimu yang kau
titipkan padaku dan mimpiku yang ku titipkan padamu. Keadaan dan jarak tidak
pernah merubahnya sama sekali. Aku tak ingin melihatmu sedih dan aku sudah
bosan mendengar laporan-laporan oranglain tentang perubahan dirimu. Aku sedih
tak bisa berbuat apa-apa. Dan hal yang aku tahu, kau tak pernah ingin membuatku
sedih sedikit pun, jadi aku mohon pulanglah ke tempat seharusnya kau berada.
Hal yang
paling aku takutkan dulu akhirnya terjadi juga. Dulu kita sedekat nadi tapi
sekarang sejauh matahari. Aku sangat merindukan sosok mu yang dulu. Aku mohon
segeralah pulang, mari kita perbaiki semuanya bersama-sama. Aku tak ingin
dirimu pergi terlalu jauh hingga lupa jati dirimu yang sebenarnya, aku mohon
pulanglah segera, aku merindukan sosokmu yang dulu.
Teruntuk teman terbaikku yang membantuku 'bangkit' kembali, aku menyayangimu karena Allah..
311025

Tidak ada komentar:
Posting Komentar